Kebutuhan Teknis (Requirement Engineering) untuk Aplikasi Web

Kebutuhan teknis melingkupi aktifitas yang kritis supaya rekayasa web berhasil. Ketidaklengkapan, ambiguitas atau requirement yang tidak tepat dapat menyebabkan kesulitan dalam pengembangan atau bahkan dapat membatalkan pengembangan proyek. Dalam rekayasa web, Requirement Engineering menempati ruang yang sangat penting.



Objek individual dan ekspektasi dari stakeholder adalah yang memulai timbulnya requirement. Stakeholder adalah perseorangan atau organisasi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi requirement didalam sistem development. Stakeholder yang memegang peranan penting adalah konsumen, pengguna dan pengembang software. Requirement mendeskripsikan properti yang dibutuhkan atau layanan yang disediakan oleh suatu sistem. RE melingkupi persyaratan dan negosiasi, dokumentasi requirement, verifikasi dan validasi, manajemen dan requirement.

Pengembangan aplikasi web membutuhkan partisipan yang ahli dari berbagai disiplin ilmu. contohnya ahli multimedia, penulis konten, software arsitek, ahli analisa kegunaan, ahli database atau ahli domain. Ketidaktersediaan stakeholder sebagaimana pengguna web masih belum mengetahui tentang aktifitas RE. Manajemen proyek perlu menemukan orang yang cocok untuk memenuhi requirement yang realistis. Requirement dan konstrain dari suatu proyek seringkali mudah berubah karena perkembangan teknologi. Lingkungan operasional untuk aplikasi web sangat mudah sekali berubah dan sulit diprediksi.
Banyak sekali metode RE yang masih tradisional melalaikan konten web, padahal ini adalah aspek yang sangat penting dari sebuah aplikasi web. Banyak juga teknologi aplikasi web yang menjadi teknologi baru. Developer yang tidak pengalaman dengan teknologi baru ini dapat menyebabkan kesalahan perkiraan dari proses requirement.

Beberapa aplikasi web masih dikembangkan dengan solusi teknik yang terisolasi, tanpa memahami aturan dan pengaruh dalam konteks luas. Agar aplikasi web dapat dikatakan berhasil, penting sekali untuk mengklarifikasi konteks sistem tersebut. Memahami konteks sistem juga membantu mengidentifikasi stakeholder, mengenali cara penggunaan aplikasi dan menganalisa constrain.

BAGIKAN KE:

    Komentar

0 komentar:

Poskan Komentar